Sejarah Perusahaan
Didirikan dengan tim berjumlah lima orang, berfokus pada produksi dies dan jig berukuran kecil.
- Pabrik pertama — Cakung Plant, dengan 10 personel.
- Memproduksi dies dan jig berukuran kecil dan menengah.
- Pabrik kedua — Tambun Plant, dengan 55 personel.
- Memproduksi komponen stamping dan welding berukuran kecil dan menengah.
- Pabrik ketiga — Jababeka Plant, dengan 400 personel.
- Memproduksi komponen stamping dan welding berukuran menengah dan besar.
- Memulai penggunaan robotic welding untuk komponen assembly (CO₂ welding).
- Memindahkan fasilitas pembuatan dies untuk memproduksi dies berukuran besar.
- Menambahkan fasilitas robotic spot welding untuk memproduksi komponen assembly berukuran besar dan kompleks.
- Mengakuisisi software simulasi untuk pengembangan pembuatan tooling.
- Meningkatkan fasilitas CMM dengan FARO Arm generasi terbaru dan sistem pemindai.
- Memungkinkan reverse engineering dan pengecekan bentuk-bentuk kompleks.
- Pabrik keempat — Tegal Plant, dilengkapi 11 mesin press.
- Memproduksi komponen stamping dan welding berukuran kecil dan menengah (manual dan robotic).
- Memasang mesin 3D laser cutting baru.
- Pabrik kelima — Delta Plant, dikembangkan sebagai pabrik engineering khusus untuk produksi tooling, didukung rangkaian lengkap mesin CNC besar, menengah, dan kecil, serta sistem laser cutting, dengan total 28 unit mesin.